SEMARANG — dpdiwoikotasemarang.info Forum Silaturahmi Ormas Semarang (FORSOS) menggelar audiensi dengan Sekda Kota Semarang Dr. Handi Priyanto, AP., S.Sos., M.Si., Senin, 31 Agustus 2026. Pertemuan menjadi ruang penyampaian aspirasi dan kritik masyarakat terhadap berbagai persoalan kota.
Hadir Ketua FORSOS Budi Priyono, Sekjen Dedi Hadi Irianto, Bendahara Tari, Wakil Ketua Willi, Kabid Antar Lembaga dan Kabid Hukum Adi Djoko.
FORSOS menyoroti banjir dan rob, infrastruktur, birokrasi, pelayanan publik, efisiensi anggaran, PAD, UMKM, pendidikan, lapangan kerja, kemiskinan dan kesehatan.
Khusus banjir, FORSOS mendorong penanganan terintegrasi melalui pembenahan drainase, sungai, polder serta pengawasan tata ruang. Sementara birokrasi dan pelayanan publik diminta semakin cepat, transparan dan mudah diakses masyarakat.
Ketua FORSOS Budi Priyono menegaskan, ormas harus menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah.
“Kami membawa aspirasi masyarakat. Pemerintah perlu mendengar dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Budi.
FORSOS menyatakan siap bersinergi dengan Pemkot Semarang, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan konstruktif demi Semarang yang maju, aman, nyaman dan sejahtera.
Menyongsong Era Baru Kota Semarang: Harmoni Pembangunan Infrastruktur, Transformasi Digital, dan Penguatan Ekonomi Lokal
SEMARANG — Kota Semarang kini berada di jalur akselerasi pembangunan yang progresif.
Dengan mengusung visi besar sebagai kota metropolitan yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat langkah strategis lintas sektor. Fokus utama pembangunan diarahkan pada sinkronisasi infrastruktur mitigasi bencana, reformasi birokrasi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga peningkatan kesejahteraan sosial secara merata.
1. Ketahanan Infrastruktur dan Mitigasi Bencana Berkelanjutan
Sebagai kota pesisir yang dinamis, penanganan isu lingkungan dan tata ruang menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Semarang mengintegrasikan proyek pembangunan tanggul laut, optimalisasi polder dan sistem drainase, dengan normalisasi sungai-sungai besar. Langkah antisipatif ini dirancang untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem demi memberikan rasa aman bagi warga di kawasan pesisir dan dataran rendah.
Selain itu, sektor tata ruang dan transportasi publik terus disempurnakan. Integrasi moda transportasi massal seperti Trans Semarang dengan kantong-kantong pemukiman baru digencarkan guna mengurai potensi kemacetan di jalur protokol, sekaligus mewujudkan mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan.
2. Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Layanan Publik
Komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat diwujudkan melalui digitalisasi birokrasi yang inklusif. Efisiensi layanan publik kini merata hingga tingkat kelurahan.
Pemerintah juga memastikan kelompok rentan, seperti lansia, mendapatkan pendampingan khusus agar tidak tertinggal dalam ekosistem digital (gaptek).
Dari sisi fiskal, pemerintah daerah terus memutar roda inovasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara progresif tanpa membebani sektor UMKM maupun dunia usaha lokal, sehingga tercipta iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
3. Akselerasi Ekonomi, UMKM, dan Pariwisata Berkelanjutan
Sektor UMKM dan pariwisata menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian Semarang. Program UMKM Go Digital digalakkan melalui dukungan konkret agar produk lokal mampu menembus pasar ekspor serta masuk ke dalam rantai pasok industri besar.
Di sektor pariwisata, penataan kawasan ikonik seperti Kota Lama terus dijaga keseimbangannya. Pemerintah berkomitmen menyelaraskan antara nilai komersial pariwisata dengan pelestarian cagar budaya serta kenyamanan warga sekitar, sehingga pariwisata Semarang tetap berakar pada identitas historisnya.
4. Kesejahteraan Sosial, Pendidikan, dan Keseimbangan Lapangan Kerja
Pembangunan manusia yang inklusif tercermin dari keseriusan Pemkot Semarang dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting secara tepat sasaran melalui evaluasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menjawab tantangan ketenagakerjaan—mengingat tingginya tingkat kelulusan SMK dan Perguruan Tinggi di Semarang—pemerintah menyiapkan program strategis yang menjembatani kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri modern.
Langkah ini diharapkan mampu membawa Kota Semarang tumbuh menjadi kota yang indah, berdaya saing tinggi, serta mensejahterakan seluruh warganya.
Red tim


