Kamis, Maret 19, 2026
spot_img

Kalurahan Melikan Kembangkan Ternak Kambing dan Telur Ayam Omega Tiga

 

DIY, dpdiwoikotasemarang.info Kalurahan Melikan bersama BUMKal Cipta Sejahtera memiliki program unggulan yaitu pengembangan ternak kambing dan komba komunal dan ternak ayam omega tiga.

Program ini menggunakan dana ketahanan pangan dari dana desa tahun anggaran 2025.

Demikian dijelaskan oleh Sri Mulyani carik Kalurahan Melikan Rongkop Gunungkidul DIY saat ditemui wartawan Sabar dan Siti Marfuah pada 24 Februari 2026.

Menurutnya ternak kambing dan ayam omega tiga sangat dibutuhkan oleh anak anak di masa pertumbuhan. Sebab itu telur ayam omega tiga kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan telur ayam buras biasa.

Nilai gizi omega 3 dan omega 6 telah mendapatkan sertipikat uji laboratorium UGM yang difasilitasi oleh KKN tematik dari UNS.

Baca Juga:  Hari ke 2 OKC, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung, Polda Jateng; sudah mulai ada peningkatan Arus

Saat ini Bumkal Cipta Sejahtera Kalurahan Melikan bekerja sama dengan SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, sebagai salah satu suplier bahan baku MBG.

Disinilah pentingnya produk telur omega tiga bagi anak di masa pertumbuhan yang mana sebagai nutrisi pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Ternak kambing, domba dan ayam petelur omega terletak dalam satu kompleks peternakan terpadu, untuk ternak kambing yang kini jumlah kambing sekitar seratus tujuh puluh ekor dan ternak ayam hampir ratusan ekor.

Menurut Sri Mulyani carik dan Agus Sumarno AMd selaku lurah Melikan program ternak kambing dan ayam ini program unggulan Kalurahan yang ke depan diharapkan dapat meningkatkan PAD Kalurahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalurahan Melikan.

Baca Juga:  Senyum Pak Misti Usai Naik Bus Valet Ride, Mudik Motor Tak Lagi Menguras Tenaga

Lurah mengaku bahwa bantuan dana untuk pengembangan Kambing, domba dan ayam petelur omega di Kalurahan Melikan jumlahnya sekitar Rp. 500jt dari sumber Dais dan ketahanan pangan Dana Desa 200jt Tahun Anggaran 2025.

Pengelolaan kandang komunal saat ini masih belum maksimal dalam arti masih dalam taraf belajar bersama, masih sangat perlu kerjasama dengan berbagai stakeholder dan para akademisi untuk pengembangannya, harapannya akan ada penambahan modal usaha untuk pengembangan kandang komunal ini sehingga layak untuk menjadi pusat studi tiru peternakan.( Siti Marfuah/Sabar pers)

spot_img

Artikel Lainnya

Siaran Pers

Kerjasama

Regulasi

spot_img

Agenda

Organisasi