SEMARANG – dpdiwoikotasemarang.info Kongres III Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji menetapkan Erik Agus Susanto sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031 secara aklamasi. Penetapan tersebut berlangsung dalam Kongres III yang digelar di Hotel Dafam Semarang, Kamis (13/8/2026).
Dalam forum yang sama, Fauka Noor Farid ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Lindu Aji untuk periode 2026–2031.
Penetapan keduanya dilakukan setelah pimpinan sidang memastikan hanya terdapat satu calon untuk masing-masing posisi. Sesuai mekanisme organisasi, apabila hanya terdapat satu calon, pemilihan dapat dilakukan melalui aklamasi.
Putra pendiri Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah, Septian Fajar Setiawan, mengatakan Kongres III menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan kepengurusan baru sekaligus mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya.
“Dalam Kongres III DPP Lindu Aji ini menentukan sosok ketua umum dan ketua dewan pembina. Selain itu ada laporan-laporan pertanggungjawaban dari masa bakti sebelumnya,” ujar Septian.
Ia menegaskan bahwa penetapan Erik Agus Susanto sebagai ketua umum dan Fauka Noor Farid sebagai ketua dewan pembina telah melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Sementara itu, Ketua DPD IWO Indonesia (IWOI) Kota Semarang, Siswanto, menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan momentum penting untuk melakukan konsolidasi sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Menurut Siswanto, kepengurusan baru Lindu Aji periode 2026–2031 diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat struktur organisasi hingga tingkat daerah, serta meningkatkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat kepada Saudara Erik Agus Susanto yang telah dipercaya menjadi Ketua Umum DPP Lindu Aji periode 2026–2031, serta Bapak Fauka Noor Farid sebagai Ketua Dewan Pembina. Harapan kami, kepemimpinan baru ini mampu membawa Lindu Aji semakin profesional, solid dan hadir di tengah masyarakat,” kata Siswanto.
Siswanto menambahkan, organisasi masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Karena itu, konsolidasi internal harus berjalan beriringan dengan penguatan kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, serta kemitraan yang sehat dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
“Organisasi harus semakin dewasa. Jangan hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus kuat dalam pengabdian. Masyarakat harus merasakan keberadaan organisasi melalui kegiatan nyata, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.
Pelantikan Dijadwalkan di Kawasan Candi Borobudur
Usai pelaksanaan Kongres III, Lindu Aji dijadwalkan melaksanakan pelantikan kepengurusan baru pada 13 September 2026 di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Pelantikan tersebut rencananya dikemas dalam konsep gelar budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan kegiatan sosial, termasuk santunan anak yatim piatu dan bantuan kepada sejumlah panti asuhan.
Agenda tersebut dinilai menjadi langkah positif apabila benar-benar diwujudkan secara konsisten dan berkelanjutan.
DPD IWOI Kota Semarang juga mendorong agar program sosial Lindu Aji tidak berhenti pada momentum pelantikan, tetapi menjadi bagian dari agenda pengabdian organisasi dalam jangka panjang.
“Kegiatan sosial harus menjadi budaya organisasi. Ketika organisasi mampu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, di situlah nilai keberadaan organisasi benar-benar terlihat,” lanjut Siswanto.
Kongres III sekaligus menjadi momentum evaluasi dan modernisasi organisasi. Penguatan struktur hingga daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah menjadi sejumlah agenda yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kepengurusan baru.
Dengan terpilihnya Erik Agus Susanto secara aklamasi, Lindu Aji kini memasuki periode kepengurusan 2026–2031 dengan tantangan sekaligus tanggung jawab baru.
DPD IWOI Kota Semarang berharap kepemimpinan baru Lindu Aji mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat pengabdian sosial, serta membangun kemitraan yang profesional dan konstruktif dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat.
Red tim


